Ada Malware di WhatsApp?

Teknologiku - Baru-baru ini para pengguna aplikasi kirim pesan instan WhatsApp dihebohkan dengan sebuah serangan malware yang menyerang salah satu fitur WhatsApp yaitu fitur panggilan suara. Spyware juga dilaporkan dapat menembus smartphone melalui fitur tersebut ketika pengguna bahkan tidak menjawab panggilan telepon atau suara (missed call). Di lain hal juga para pengguna tidak mengetahui tanda-tanda akun WhatsApp mereka telah terkena serangan malware. Pratama Persadha yang merupakan Pengamat Keaman Siber Communication Information System Security Research Center (CISSReC) menuturkan bahwa secara umum malware tidak terlihat karena mereka menyerang secara sembunyi-sembunyi sehingga tidak diketahui tanda-tandanya secara gamblang.


Pratama juga mengatakan "Sebenarnya kalau dilihat secara general tidak kelihatan karena malware yang masuk / menyerang ke dalam ponsel kita ini terhidden [tersembunyi]". Pratama pun mengatakan kalau malware yang menginfeksi tersebut tidak akan terlihat meskipun dicek menggunakan system processing karena malware tersebut sering menyamar di dalam smartphone. Prata juga memberitahukan beberapa ciri-ciri ketika akun WhatsApp terinfeksi oleh serangan malware seperti smartphone akan terasa cepat panas ketika sedang dalam keadaan tidak digunakan yang mana hal itu menandakan bahwa malware tersebut sedang bekerja terus menerus menyerang smartphone kalian. Dan juga ketika kalian mempunyai paket data internet misal paket data bulanan, paket tersebut akan terasa cepat habis padahal kalian tidak sering melakukan pemakaian data internet sehingga kuota menjadi cepat habis.

Pratama menjelaskan bahwa malware yang menginfeksi aplikasi yang terenkripsi terjadi pada saat seseorang sedang melakukan percakapan (chatting) melalui WhatsApp yang berarti malware tidak hanya bekerja pada fitur panggilan suara melainkan pada percakapan (chatting) juga. Menurut Pratama karena sistem end-to-end encryption tidak akan berfungsi ketika sedang terjadi serang malware. Ia juga mengatakan mungkin alasan pembuat malware ini menyasar WhatsApp karena sudah mengetahui kelemahan yang ada pada WhatsApp.

Meskipun sudang mengklaim bahwa aplikasinya aman, Pratama menganggap tidak ada sistem komunikasi aplikasi instan yang benar-benar terjamin kemanannya. Setuju dengan anggapan dari Pratama, Hasnil Fajri yang merupakan Praktisi dan Pemerhati Information & Communication (ICT) & Ekonomi Kreatif juga mengatakan ciri-ciri akun WhatsApp terkena serangan malware selain smartphone yang cepat panas dan paket data internet yang cepat habis, dia juga mengatakan performa smartphone akan terasa menjadi lambat. Salah satu tanda menurut Hasnil Fajri juga ketika seseorang melakukan panggilan telepon atau suara panggilan tersebut akan terputus sendiri dan seringkali terjadi. 


Salah satu alternatif untuk menghindari serangan malware tersebut, menurut Pratama menyarankan kepada pengguna aplikasi WhatsApp untuk selalu memperbaharui aplikasi ke versi baru dan memasang antivirus khusus smartphone meskipun hal itu belum tentu aman karena peretas atau pembuat malware akan terus mencari celah keamanan aplikasi WhatsApp. Jika kalian tidak yakin bahwa smartphone kalian aman lebih baik reset ke pengaturan awal sehingga semua malware yang ada di smartphone otomatis akan terhapus secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat.

Comments